Mengenal Arsitektur Web Modern: SPA, SSR, hingga Island Architecture

Dalam ekosistem pengembangan web saat ini, memilih arsitektur yang tepat bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan keputusan strategis yang memengaruhi SEO, performa (Core Web Vitals), dan pengalaman pengguna.
Berikut adalah panduan mendalam mengenai empat model arsitektur utama yang mendominasi industri saat ini.
---
1. Multi-Page Application (MPA)
MPA adalah model tradisional di mana setiap navigasi memicu permintaan ke server untuk mengirimkan satu dokumen HTML utuh yang baru.

- Cara Kerja: Setiap kali pengguna mengklik tautan, browser melakukan pemuatan ulang (reload) penuh untuk menampilkan halaman baru dari server.
- Kelebihan: Sangat ramah SEO karena konten sudah tersedia di HTML sejak awal; pengembangan lebih
- Kekurangan: Transisi antar halaman terasa lambat karena adanya jeda pemuatan
- Cocok Untuk: Blog, portal berita, dan situs profil perusahaan.
2. Single-Page Application (SPA)
SPA memuat satu halaman HTML utama dan memperbarui konten secara dinamis menggunakan JavaScript tanpa memuat ulang seluruh halaman.

- Cara Kerja: Data diambil melalui API (JSON) dan dirender di sisi klien (browser). Pengguna merasa seperti menggunakan aplikasi desktop/mobile.
- Kelebihan: Navigasi sangat cepat dan mulus; memberikan pengalaman pengguna yang sangat interaktif.
- Kekurangan: Beban awal (initial load) berat karena browser harus mengunduh file JavaScript yang besar; tantangan pada SEO jika tidak dikonfigurasi dengan benar.
- Cocok Untuk: Dashboard admin, media sosial, dan aplikasi berbasis SaaS (Trello, Gmail).
3. Server-Side Rendering (SSR)
SSR adalah jalan tengah di mana halaman web dirender di server menjadi HTML lengkap sebelum dikirimkan ke browser.

- Cara Kerja: Server memproses logika aplikasi dan menghasilkan HTML siap pakai. Setelah sampai di browser, JavaScript akan mengambil alih (*hydration*) agar halaman menjadi interaktif.
- Kelebihan: Performa "First Paint" yang cepat dan SEO yang sangat optimal.
- Kekurangan: Membutuhkan sumber daya server yang lebih tinggi dan arsitektur kode yang lebih kompleks.
- Cocok Untuk: E-commerce dan platform konten besar yang butuh performa tinggi (Next.js, Nuxt.js).
4. Island Architecture
Ini adalah pendekatan modern yang mengisolasi komponen interaktif (sebagai "pulau") di tengah halaman yang mayoritas bersifat statis.

- Cara Kerja: Sebagian besar halaman dikirim sebagai HTML murni tanpa JavaScript. JavaScript hanya diunduh dan dijalankan untuk bagian yang memang membutuhkan interaksi (misalnya widget chat atau slider).
- Kelebihan: Penggunaan JavaScript yang sangat minimal; skor performa (Lighthouse) biasanya sangat tinggi.
- Kekurangan: Kurang efisien untuk aplikasi yang hampir seluruh bagiannya bersifat interaktif.
- Cocok Untuk: Situs dokumentasi, blog modern, dan landing page (Astro, Qwik).
---
Tabel Perbandingan
| Arsitektur | SEO | Navigasi | Beban Javascript |
|---|---|---|---|
| MPA | Sangat Baik | Lambat | Rendal |
| SPA | Cukup | Sangat Cepat | Tinggi |
| SSR | Sangat Baik | Cepat | Sedang |
| Island | Sangat Baik | Cepat | Sangat Rendah |
---
Kesimpulan: Tidak ada solusi satu untuk semua. Pilih MPA/Islands untuk kecepatan dan konten, SPA untuk interaktivitas tinggi, dan SSR untuk keseimbangan keduanya.