Animated Circular Progress Bar0
Font.Lokio
Kembali ke Blog

Pattern-Driven Development: Bangun & Generate Arsitektur Sendiri dengan Lokio

wahyu agus arifin
Pattern-Driven Development: Bangun & Generate Arsitektur Sendiri dengan Lokio

Dalam dunia pengembangan aplikasi modern, tantangan terbesar bukan hanya menulis kode, tetapi menjaga konsistensi arsitektur, mempercepat proses development, dan memastikan kualitas tetap terjaga seiring bertambahnya kompleksitas sistem.

Di sinilah konsep Pattern-Driven Development menjadi relevan.

Apa Itu Pattern-Driven Development?

Pattern-Driven Development adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada pola (pattern)sebagai fondasi utama arsitektur.

Alih-alih membuat struktur project secara manual setiap kali memulai aplikasi baru, kita mendefinisikan pola yang jelas:

  • Struktur folder
  • Layering (domain, service, repository, UI, dsb.)
  • Naming convention
  • Dependency flow
  • Standar konfigurasi
  • Boilerplate logic

Setelah pola ditentukan, pola tersebut dapat digunakan kembali dan di-generate secara otomatis.

Pendekatan ini membantu:

  • Mengurangi inkonsistensi antar project
  • Mempercepat setup project baru
  • Memudahkan scaling tim
  • Menjaga kualitas dan maintainability

Masalah Umum Tanpa Pattern

Banyak developer mengalami hal berikut:

  • Struktur project berbeda-beda setiap aplikasi
  • Naming tidak konsisten
  • Boilerplate ditulis berulang kali
  • Refactor besar saat sistem mulai kompleks
  • Onboarding developer baru memakan waktu lama

Tanpa pola yang jelas, arsitektur mudah “berantakan” seiring pertumbuhan fitur.

Peran Lokio CLI dalam Pattern-Driven Development

Lokio CLI hadir sebagai alat untuk mengimplementasikan Pattern-Driven Development secara praktis.

Alih-alih menggunakan template statis, Lokio CLI memungkinkan kamu:

  • Mendefinisikan pola arsitektur sendiri
  • Membuat generator sesuai kebutuhan tim
  • Menghasilkan struktur project secara konsisten
  • Mengotomatisasi pembuatan module, service, controller, UI, atau layer lainnya

Dengan kata lain, kamu tidak hanya memakai template — kamu membangun sistem pembuat template milikmu sendiri.

Tidak Terbatas pada Backend

Pendekatan ini tidak hanya relevan untuk backend. Pattern-Driven Development dapat diterapkan pada:

  • Backend service
  • Frontend application
  • Monorepo
  • Microservices
  • CLI tools
  • Library internal
  • Bahkan struktur dokumentasi

Semua bisa distandarisasi melalui pola yang kamu desain.

Cara Kerja Secara Konseptual

  1. Definisikan struktur ideal project kamu
  2. Tentukan aturan dan pola (layer, naming, flow dependency)
  3. Konfigurasikan generator sesuai pola tersebut
  4. Gunakan CLI untuk meng-generate komponen baru

Setiap kali kamu membuat fitur atau project baru, kamu cukup menjalankan perintah generator — struktur akan terbentuk sesuai standar yang telah ditentukan.

Hasilnya:

  • Lebih cepat
  • Lebih rapi
  • Lebih konsisten
  • Lebih scalable

Manfaat untuk Individu dan Tim

Untuk Developer Individu

  • Memiliki standar pribadi yang konsisten
  • Tidak perlu berpikir ulang tentang struktur setiap project
  • Fokus pada business logic, bukan boilerplate

Untuk Tim

  • Standarisasi arsitektur lintas project
  • Onboarding lebih cepat
  • Mengurangi diskusi berulang tentang struktur
  • Memudahkan code review

Pattern sebagai Aset

Dalam pendekatan ini, pattern bukan sekadar dokumentasi.
Pattern menjadi aset produktivitas.

Semakin matang pola yang kamu bangun, semakin cepat dan stabil proses development kamu di masa depan.

Alih-alih mengulang kesalahan arsitektur di setiap project, kamu mengembangkan sistem yang terus berevolusi.